• Latest News

    Subcribe and Follow For New Update

    Friday, February 26, 2016

    [Light Novel Indonesia] Artania - Find and Feel The Sensation Chapter 3

    Chapter 03
    Guardian

    “Hei, Tuan!” Panggil crown kepada rain. “Bisakah kita beristirahat sejenak?”

    Ditengah keadaan yang lelah, crown memanggil rain. 


    Dengan wajah lelahnya,

    Dengan nafasnya yang tersengal-sengal.


    “Bersabarlah sedikit lagi, Crown!” Jawab rain dengan ekspresi kesalnya, seakan keadaan crown itu sangat membuatnya kesal.

    “Tapi aku sudah tidak kuat lagi.. Tuan..” Eluh crown dengan ekspresi lemasnya.

    Setelah perkataannya, perlahan didalam keadaannya, crown terhuyung dengan sangat lemahnya. Membuat rain terpaksa mendekatinya dan membantunya untuk beranjak berdiri dengan memegang tubuhnya.

    “Sungguh merepotkan.."  Pikir rain ketika melihat keadaannya itu.

    Lalu pada akhirnya karena melihat keadaan crown yang terlihat sangat mencemaskan, akhirnya rain memutuskannya dan berkata.. “Baiklah, ayo kita beristirahat disini sejenak.”

    Diikuti dengan hari yang mulai menjadi semakin gelap, rain memutuskan untuk bersinggah sejenak didalam hutan yang sangat lebat dan luas.

    Beristirahat sejenak dari keadaan lelahnya yang diakibatkan oleh pencarian yang dilakukannya selama berjam-jam dengan crown. Namun sebelumnya, alasan mereka melewati hutan ini adalah karena suatu tindakan bodoh yang tidak begitu diperhitungkan. Hal ini terjadi karena crown tidak memperhatikan jalur yang ditempuhnya. Jika saja crown tidak berlari dengan terburu-buru memasuki hutan, tentunya rain enggan untuk memasuki hutan ini. 

    Karena sebelumnya rain sudah menduganya, memasuki sebuah hutan adalah pilihan terburuk didalam permainan game.

    Jika dipikir-pikir, pemikiran rain benar juga. Sebab jika kita memasuki hutan, tentunya kita takkan mudah untuk keluar begitu saja. Didalam hutan pastinya banyak pohon rindang dan besar yang menutupi jalan keluar, belum lagi monster-monster liar yang bersembunyi dan sulit untuk dilihat.

    Namun sepertinya crown tidak berpikir jauh sampai disitu, itulah yang dipikirkan rain ketika memandang tubuh crown yang sudah berlari sangat jauh dan memasuki hutan.

    Hanya karena sebuah alasan konyol crown berlari memasuki hutan ini. Sungguh hanya memikirkannya membuat rain merasa kesal.Alasan pertama crown memasuki tempat ini adalah karena beberapa jam sebelumnya crown melihat arah kembang api yang berasal dari dalam hutan ini.

    Jadi crown pikir ia akan menemukan seseorang didalam hutan bila ia mengikutinya. Lalu ia berlari begitu saja tanpa memperdulikan ataupun meminta pendapat rain.


    Pada akhirnya hanyalah rain yang berpikir sendiri.


    “Tuan, bisa pinjam bahumu sebentar?” Tanya crown didalam lelahnya.

    Angin bertiup sangat pelan didalam keadaan mereka, membuat crown menjadi semakin nyaman didalam peristirahatannya. Sementara rain hanya terdiam sambil memperhatikan wajah crown yang tertidur pulas pada bahunya. 

    Memang, jika dipikir-pikir ini adalah pertama kalinya bagi rain menerima kehadiran seorang wanita disampingnya, terlebih lagi didalam posisi ini.

    “Ternyata crown terlihat sangat manis ketika tertidur.” Pikir rain.

    Namun semua ketenangan itu tak berlansung cukup lama, sampai sebuah suara yang sangat keras memecah keheningan mereka.


    Suara yang sangat keras dan sangat kuat,

    dengan sebuah getaran yang sangat hebat.


    “Ada apa ini?” Pikir rain.


    Rain memandang tepat kearah dimana suara itu berasal. Dengan penuh kecemasan, ia mendengarkan suara itu. Sebuah suara yang terdengar semakin lama dan semakin mendekat.


    Suara dengan sebuah hentakan langkah yang sangat besar dan sangat kencang.


    Mendengarnya saja sudah bisa membuat siapa saja berpikir bahwa suara itu adalah suara dari sebuah benda yang sangat besar.Namun belum sempat ia memikirkannya, suara itu sudah semakin terdengar kencang dan lebih mendekat lagi.Lalu ditengah keadaan genting itu, crown terbangun dari tidurnya dan berkata..

    “Ada apa tuan?” Tanya crown tersadar dari tidurnya dengan raut wajahnya yang masih setengah mengantuk.

    Namun tanpa menutupinya dan tanpa perasaan ragu, rain berkata.. “Ada sesuatu yang akan mendekat crown.” Jawab rain.

    “Cepat, kita harus segera pergi dari sini!” Ucap rain ditengah kecemasannya.

    Tapi baru saja rain akan memulai langkahnya untuk bergegas bersama dengan crown, semuanya sudah terlambat.

    Diawali dengan sebuah pohon yang tumbang dihadapan mereka, sebuah monster yang sangat besar sudah menampakan diri diantara celah itu.Memperlihatkan tubuhnya yang besar, dengan beberapa taring besar diantara sela-sela mulutnya serta sebuah kapak besar yang sangat tajam didalam genggamannya.

    Dengan sorot bola matanya yang merah dan juga sangat tajam, mahkluk itu memandang mereka. Sebuah sorot mata yang penuh dengan kebengisan dan niat untuk membunuh siapa saja yang ada didalam pandangannya.

    Seketika rain bersama dengan crown melompat dan menghindar ketika ia mengibaskan ekornya yang besar dan panjang didalam pandangan mereka.

    Kini sebuah monster dinosaurus besar yang sangat ganas telah menanti mereka untuk dihadapi. 

    Sekali lagi mahkluk itu menyerang mereka, tapi kini berbeda. Mahkluk itu hanya menyerang rain, diikuti dengan sebuah ayunan kapaknya yang sangat besar.

    Untung saja rain bisa menghindar dari ayunan kapak yang mengarah kepadanya, walaupun itu harus dibayar dengan sebuah luka kecil yang tergores dilengan kanannya.

    “Tuaan!!” Teriak crown ketika melihat keadaan rain yang menghawatirkan.

    Dengan cepat didalam keadaannya, rain segera berlari menjauhinya. Menghindar dan berusaha untuk mencoba menjaga jarak agar ia dapat memikirkan langkah selanjutnya.

    Namun tetap saja, secara membabi buta, mahkluk itu tetap menyerang rain tanpa memperdulikan apapun yang berada dihadapannya. Yah misalnya seperti pepohonan yang berada disekitarnya, ataupun menghancurkan semua yang menutupi langkahnya untuk menghabisi rain.

    Jantung rain berdetak sangat cepat didalam keadaannya itu. Begitu juga dengan tubuhnya, tak henti-hentinya bergetar tak menentu. Tapi walaupun demikian ia harus tetap berlari agar semua perasaan yang dirasakannya itu tidak menghilang untuk selamanya.

    Tentu saja baginya ini adalah hal yang dirasakannya pertama kali, terjun lansung didalam game online yang biasa dimainkannya.Lalu didalam keadaan gentingnya, dengan cepat ia berpikir dengan sangat keras. Berpikir dengan keras dan berusaha mencari cara untuk meloloskan diri dari keadaan berbahaya itu.

    “Tuan!! Cepat!! Keluarkan sebuah pedang dengan tombol Option yang ada didalam pandanganmu!” Teriak crown didalam keadaan rain.

    “Tombol option!?” Pikir rain.

    Memang sebelumnya crown belum memberitahu rain, sebuah tombol pilihan yang ada didalam User Player permainan ini.

    Lalu ditengah perkataan crown, dengan cepat rain mencari tombol pada penglihatannya. Mencari sebuah tombol yang mungkin bisa sedikit membantunya didalam keadaan itu. Misalnya seperti tombol sejenis lambang Configuration yang ada didalam komputer.

    Namun didalam pencariannya itu, dinosaurus itu sudah mendekat. Tak kalah cepatnya dengan tindakan rain, diikuti dengan sebuah ayunan kencang kapak yang berada tepat diatas kepalanya. Lalu bersiap untuk merajam rain yang berada didalam pandangan dan melenyapkannya.

    “TIDAAAAAK!” Teriak crown ditengah keadaan rain itu.


    Dan ketika kapak itu akan merajamnya..


    “Fiuh, Hampir saja..” Ucap rain didalam keadaannya.


    Ditengah keadaan yang hampir membunuhnya, rain berhasil menahan serangan dinosaurus itu. Dengan sebuah gerakan tangan yang cepat, ia memblok serangan kapak dinosaurus itu tepat diatas kepalanya bersama dengan sebuah pedang panjang yang berada didalam genggamannya.

    Tapi serangan dinosaurus itu tak hanya sampai disitu. Ditengah keadaan rain yang sedang menahannya, dinosaurus itu kembali melancarkan serangan melalui ekornya dan..

    “HAAAH?!” Teriak rain karena begitu terkejutnya.

    Bersamaan dengan teriakan rain yang sangat kencang, rain terhempas jauh dan terlempar begitu kencangnya. Membuatnya terpental dan menabrak sebuah pohon yang berada dibelakangnya. Belum saja rain sempat memulihkan keadaannya, dinosaurus itu sudah berlari mendekatinya. Lalu kembali dinosaurus itu menyerangnya dengan ayunan kapak yang berada didalam genggamannya.

    Tapi sepertinya rain cukup terlatih. Ditengah keadaan lukanya, rain bangkit kembali dan berhasil menahan serangan demi serangan yang dilancarkan dinosaurus itu kepadanya.

    Namun rain menyadarinya, jika hanya menahan serangannya, itu adalah hal yang percuma. Sementara setelah mendapat serangan yang cukup telak tadi, kini HP yang ada didalam pandangannya telah menurun drastis menjadi setengah.

    “Gawat, bagaimana ini?!” Pikir rain

    “Apa yang harus kulakukan?”


    Tetapi didalam keadaan cemasnya,

    Pikirannya yang kacau,

    Seseorang mendekatinya dan berteriak..


    “TUAAAAN!” Teriak crown didalam keadaan rain.

    Tersadar dengan teriakan itu, rain memandang crown. Memang benar sejak tadi, tak sedikit pun rain memandang crown, apalagi memperhitungkan keberadaannya.

    Tetapi rain menyadarinya, ini adalah adventure game yang mempertaruhkan nyawa. Jadi bagaimana mungkin rain akan melibatkannya dalam pertarungan berbahaya ini.


    Tetapi semua yang dipikirkan rain tidak sejalan dengan kehendaknya.


    Tanpa perasaan ragu, crown mendekati rain. Dengan gerakan kakinya yang sangat cepat, crown berlari kearahnya dengan membawa sebuah Rapier yang berada didalam genggaman tangannya.

    Entah darimana rapier itu, rain pun tak tahu. Hanya saja yang rain ketahui, rapier itu mungkin berasal dari Inventory yang berada pada user crown. Namun tak ada waktu untuk memikirkan itu. Itulah yang terlintas dibenak rain ketika crown semakin beranjak mendekatinya.

    Lalu ditengah keadaan crown yang semakin mendekat dan keadaannya yang sedang menahan serangan sang dinosaurus, rain berteriak..

    “JANGAN KEMARI CROWN!!” Teriak rain.

    Dengan sebuah teriakan yang sangat kencang, rain berusaha untuk menghentikan crown. Namun tetap saja, setelah mendengarnya, crown tidak menghentikan langkahnya. Malahan crown terus melangkah dan tak berhenti sedikit pun.

    Lalu ditengah keadaan berlarinya, crown tersenyum.. Tersenyum dengan ekspresi wajahnya yang tak biasa dan berkata..

    “Aku tidak bisa berdiam diri begitu saja, Tuan..” Ucapnya. 

    “Walaupun harus menghilang..”

    Kemudian ditengah usahanya mendekati rain, didalam pandangan rain, crown melompat dengan sangat tingginya menuju kearahnya. Lalu dengan sebuah gerakan tangan yang siap menghunus dinosaurus yang berada didalam pandangan rain, crown berkata..

    “AKU AKAN BERJUANG BERSAMAMU!!! Teriak crown dengan sangat kencang.

    Crown mengunuskan pedangnya kearah dinosaurus itu. Dengan sangat bertenaga dan penuh dengan perhitungan yang matang ia mencoba menghunuskannya. Namun sayang, dinosaurus itu berhasil menghindar dari serangan crown yang sangat akurat itu. Dan disaat dinosaurus itu menghindar, rain dan crown memanfaatkannya dengan melompat mundur didalam posisinya.

    Lalu ditengah keadaan itu, rain berteriak dengan penuh amarah kepada crown dan berkata..

    “KAU INI SELALU SAJA BEGITU!” Teriak rain kepada crown.

    Namun menyikapi perkataan rain, crown hanya tersenyum. Tersenyum dengan sangat ramahnya, seolah perkataan rain hanya dianggap seperti gurauan ditelinganya.

    “Huh, ya sudahlah..” Ucap rain ketika tersadar dengan reaksi crown.

    Tapi bukan berarti rain tidak memikirkannya. Masih dengan segudang pemikiran, rain berusaha untuk mengatur langkah selanjutnya yang akan diambilnya.Dan ditengah pemikirannya itu..

    “Crown, untuk kali ini dengarkan aku..” Ucapnya dengan tatapannya yang penuh dengan keseriusan, “aku mempunyai sebuah rencana untuk mengalahkannya.”

    Kembali, crown tersenyum menanggapi sikap rain. Memang crown tahu betul tentang tuannya yang satu ini, apalagi ketika melihat keseriusan diwajahnya.


    Rain tidak main-main.


    Jarang sekali rain bersikap seserius ini, karena biasanya rain hanya memperlihatkan wajah malas dan ketidak tertarikannya. Namun crown yakin betul, disaat tuannya menunjukan keseriusannya akan terjadi suatu hal yang sangat besar dan akan membawa perubahan didalam tindakannya. Lalu tanpa sedikit pun meragukannya, crown berkata..

    “Baiklah, Tuan!” Ucapnya.

    “Jadi apa rencanamu?”  Tanyanya.

    “Dengarkan aku, ini hanya bisa dilakukan sekali.“ Ungkap rain dengan penjelasan singkatnya, “setelah itu, akan membutuhkan waktu cukup lama untuk mengaktifkannya.”


    “Namun selama itu, bisakah kau menahannya?” Tanya rain kepada crown dengan raut wajahnya yang cukup cemas.

    Tetapi menanggapi sikap rain, kembali crown tersenyum dengan hangatnya. Tersenyum seolah-olah perintah yang dikatakan rain bukanlah masalah besar. “Tenang saja, Tuan!” Jawabnya dengan ekspresi yang sangat hangat. 

    “Kau bisa mengandalkanku!”

    “Baiklah, ayo kita mulai!” Ucap rain didalam perkataan crown.


    Lalu beberapa saat setelah percakapan singkat yang terjadi diantara mereka, dinosaurus itu sudah mendekat. Disusul dengan crown yang berlari kearahnya, rain beranjak mundur dan menjauh didalam posisinya. Namun sesungguhnya rain merasa cemas.

    Tentu saja karena rain tidak pernah melihat crown bertarung didalam sebuah permainan. Terlebih lagi crown adalah seorang wanita, jadi bagaimana mungkin rain membiarkannya untuk melindunginya.

    Tapi ternyata pemikiran rain salah. Ditengah keadaan rain yang sedang berusaha untuk mengaktifkan skill nya, crown berhasil mendesak musuhnya menggunakan rapier yang berada didalam genggamannya. 

    Dengan kelincahan kakinya dan gerakan tangannya yang sangat cepat, crown terus melancarkan serangan kepada dinosaurus itu tanpa berhenti sedikit pun. Membuat rain terkesima untuk sementara waktu ketika memperhatikannya.

    “Menganggumkan..” Pikir rain.

    Didalam keadaan kagumnya, sejenak rain mengalihkan perhatiannya dan bersiap untuk menyerang dinosaurus itu bersama dengan serangan susulan. Namun saat ia memperhatikan skill itu, rain menjadi bimbang dan ragu.


    Flaming Sword.


    Memang skill itu mampu memberinya kekuatan yang sangat besar dengan menyelimuti setiap sisi pedangnya bersama dengan sebuah kobaran api. Itulah yang dibacanya pada saat melihat keterangan skill itu didalam pandangannya.

    Tetapi pada saat bersamaan, skill itu dapat merusak pedangnya dan menguras setengah LP yang ada didalam dirinya. 

    Namun disaat memikirkan itu, betapa terkejutnya rain. Disaat ia meragukannya, crown sudah melesat kearahnya dan terhempas begitu saja didalam pandangannya. Dengan tubuhnya yang penuh luka, crown terbaring penuh kesakitan didalam pandangannya. Ternyata serangan crown tak cukup kuat untuk menahan dinosaurus itu, apalagi mengalahkannya. 

    Masih dengan pandangan matanya yang tak percaya, rain memandang crown yang telah tergeletak tepat di hadapannya. Begitu terkejutnya, sampai-sampai ia berteriak dengan sangat kencangnya didalam keadaannya.

    “CROOOOWN!” Teriak rain kepadanya.

    Namun menanggapi teriakan rain, crown hanya tersenyum. Kemudian crown kembali beranjak berdiri dari keadaannya dan bersiap menghadang dinosaurus yang berusaha untuk mendekati mereka.

    “Tenang saja tuan..” Ucap crown.

    Sejenak crown berpaling didalam keadaannya dan tersenyum kepada rain dengan pandangan wajahnya yang penuh dengan rasa lelah. Tetapi tak sedikit pun crown berhenti atau mengeluh kepadanya. Lalu ditengah keadaan yang mendesak itu, crown mulai mengambil aba-aba.

    Kemudian ia memejamkan matanya, diikuti dengan tangan kirinya yang memegang sisi tajam pedangnya. Memang tindakannya itu melukai tangannya, namun tak sedikit pun darah keluar dari tangannya. 

    Hanya terlihat sebuah serpihan kecil data yang terurai pada saat pedang itu melukai tangannya. Sama halnya dengan goresan yang melukai tangan rain pada saat melawan dinosaurus itu.

    Kemudian ia membentangkan rapiernya lurus didalam pandangan rain seperti didalam posisi bertahan dan berkata..

    “Mirror Barrier..” Ucapnya.

    Sekali lagi rain terkejut ketika memandangnya. Kini tepat dihadapannya, crown berhasil menahan dinosaurus itu dengan sebuah perisai kasat mata yang berada disekelilingnya. Namun rain mengetahuinya, sesungguhnya pertahanan itu hanya bertumpu pada genggaman rapiernya. 

    “Sudah kubilang bukan? Aku akan melindungimu.” Ucapnya didalam keadaan itu.

    Namun skill itu bukanlah suatu hal yang baik. Rain bisa melihatnya. Setiap kali dinosaurus itu menyerangnya, sedikit demi sedikit LP crown berkurang. Terlebih lagi didalam tindakannya, crown terlihat kesakitan. Tentu saja itu karena serangan dinosaurus itu sangat kuat dan kencang.

    “Tidak ada waktu untuk ragu.” Pikir rain.

    Tersadar dengan situasi itu, tanpa perasaan bimbang atau ragu sedikit pun, rain memulai mengaktifkan skillnya dan berkata.. 

    “Flaming Sword..” Ucapnya.

    Setelah mengucapkan nama skill itu, rain bisa melihat perubahan didalam pedangnya. Kini sebuah kobaran api telah mengelilingi pedangnya serta membuat sebuah kobaran api yang sangat besar, tebal dan sangat panas. Walaupun itu tidak sesuai dengan tebal pedangnya yang sangat tipis dan terlihat panjang. Dan didalam keadaannya yang sudah mengaktifkan skill, rain berteriak..

    “CROWN, SWITCHING!” Teriak rain.

    Mendengar aba-aba dari rain, crown menghentikan skillnya. Diikuti dengan rain yang sudah berlari maju kedepan mendahuluinya dan mengayunkan pedangnya tepat didalam pandangan crown melawan dinosaurus itu.

    Adu pedang pun tak terelakan dan terjadi diantara keduanya. Namun kini rain terlihat lebih unggul didalam keadaan itu. Kapak dinosaurus itu terhempas jauh saat rain mengayunkan pedangnya.

    Ternyata skill itu tak hanya membuat pedangnya kuat, tetapi juga meningkatkan status STRStrength ) rain untuk sementara waktu didalam keadaannya. Walaupun itu hanya bertahan selama lima menit.

    Rain menyadari waktu skill yang dapat digunakannya. Maka dari itu rain memerlukan waktu untuk memikirkannya dan menyerangnya secara tepat disaat-saat seperti ini. Terlebih lagi skill itu memerlukan waktu selama sepuluh menit sebelum ia bisa mengaktifkannya kembali. 

    Tapi setelah kapaknya terhempas, dinosaurus itu tak tinggal diam. Disaat bersamaan, dinosaurus itu kembali menghempaskan ekornya dan berusaha untuk menjatuhkan rain yang berada didalam hadapannya.

    Namun rain cukup terlatih didalam menyerang, itulah yang dipikirkan crown ketika melihatnya. Dengan gerakan tangannya yang singgap, rain memotong ekor dinosaurus yang berada didalam hadapannya. Lalu dengan cepat ia kembali melancarkan serangannya dengan memutarkan kembali arah pedangnya, dan melompat keatas dengan pijakan kakinya. 

    Kemudian dengan penuh tenaga, rain bersiap untuk membelah dinosaurus itu menjadi dua bagian. Dengan sangat cepat, ia mengayunkan pedangnya dari bawah dan mengangkatnya lebih tinggi bersama dengan sebuah ayunan keatas.

    "HANCURLAH KAU!” Teriaknya.

    Pada akhirnya kemenangan berhasil diraih oleh rain, diikuti dengan dinosaurus yang terbelah menjadi dua bagian dan menghilang terurai menjadi serpihan data bersama dengan pedangnya.

    Sejenak rain tertegun didalam keadaan itu. Tentu saja karena pertarungan itu sangat menguras LP nya. Belum lagi pertarungan itu sangat mempengaruhi kondisi mentalnya. 

    Sementara didalam keadaan itu, crown hanya tertegun melihatnya dan hanya bisa memandang punggungnya dari kejauhan.

    Lalu setelah berhasil menenangkan diri dari ketegangannya, rain terjatuh dengan lemas didalam posisi duduknya. Memang keadaan itu sangat membuatnya tegang dan juga cemas, jadi wajar saja jika seperti itu. 

    Tapi crown tak tinggal diam. Ditengah keadaan itu crown berlari mendekatinya. Kemudian didalam posisinya crown merangkul bahunya dan mengangkatnya untuk mengajaknya berdiri kembali. 

    “Akhirnya berakhir juga.” Ucap rain didalam keadaan itu.

    “Kau berhasil, Tuan..” Balas crown dengan sebuah senyuman yang berada disampingnya.

    Sejenak didalam posisinya itu, rain memandang crown dan membalasnya dengan sebuah senyuman hangat. Sesaat, wajah crown memerah ketika ia memperlihatkan senyuman dan memandangnya. Namun crown mengetahuinya. Sesungguhnya keadaan itu sangat melelahkannya dan menghabiskan banyak LP yang berada didalam dirinya.

    Lalu ditengah kemenangan itu, didalam pandangan mereka, tiba-tiba terlihat sebuah cahaya pekat. Perlahan namun pasti, cahaya itu mulai mewujudkan dirinya, dan berubah menjadi sebuah Item berupa Equipment pedang didalam hadapan mereka. Seketika dengan sebuah langkah pelan, mereka mendekatinya dan melihatnya.

    “Sword of rebellion..” Ucap rain ketika memandangnya.

    “Wah, kau berhasil mendapatkan sebuah pedang yang keren tuan!” Teriak crown.

    Ternyata pertempuran dengan dinosaurus itu membuat rain mendapatkan sebuah pedang yang unik. Sebuah pedang yang bertuliskan Rare dengan ukurannya yang sangat panjang dan juga tebal. Tak hanya itu, pedang itu dilengkapi dengan sebuah corak yang menawan. Seperti dua buah corak gambar naga yang terpampang disisinya. Namun mereka tersentak bersamaan pada saat membaca Effect dari pedang itu.

    “Ini’kan?” Ucap crown tak percaya.

    Tapi kesenangan mereka tak berlansung lama. Setelah sesaat mereka memandang pedang itu, rain sudah mencapai batasnya. Dengan tubuhnya yang lemas, rain terhuyung dan melepaskan genggaman yang berada didalam bahu crown.

    Kini tangan rain tak lagi bertenaga, begitu juga dengan tubuhnya yang terjatuh lemas dan kaku disamping crown. Ditengah keadaan itu..


    Rain terjatuh didalam posisinya.


    Crown melihatnya dengan penuh ketidak percayaan. Baru saja crown menikmati keadaan tenang itu, crown sudah kembali dikejutkan dengan keadaan tubuh rain yang tak bergerak. Dan didalam keadaan itu, crown berteriak.. 

    “TUAAAN!! TUAAAN!”




    Artania - Find and Feel The Sensation
    Chapter 03 - END
    To be continued Chapter 04 - Luna
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comment:

    Post a Comment

    Item Reviewed: [Light Novel Indonesia] Artania - Find and Feel The Sensation Chapter 3 Rating: 5 Reviewed By: Anorend Heyko
    Scroll to Top